Terhambat
8 November 2020,
Rasanya excited sekali, sebab hari itu Bandung disinggahi penulis buku Bidadari Bumi.
Usai subuh saya menyiapkan apa saja yang mungkin saya butuhkan. Juga memastikan semuanya aman, agar tidak ada yang ketinggalan.
Sebelumnya, saya dan teman sempat diskusi mau pakai kendaraan apa. Seperti biasa, kalau ke Bandung kota orang-orang sini biasanya pakai kereta. 'Moda transportasi sejuta umat, karena ongkosnya hemat'.
"Pakai kereta yang jam 6 ya?"
"Oke, siaap!"
Diskusi singkat, dan kami pun sepakat.
Tak terasa dan ternyata sudah jam setengah 6.
"Ya Allaah udah jam segini, harus cepet-cepet berangkat ini." Saya resah dalam hati.
Lalu saya pamit pada orangtua. Meski sempat berusaha, tapi feeling saya berkata ngga bakalan keburu kalau saya kekeuh pilih kereta. Padahal kabarnya, di stasiun pemberangkatan teman saya sudah lebih dulu tiba. Dan untungnya sih tiketnya baru beli satu. Karena kalau udah beli 2, melayang tuh uang 5 ribu.
Karena kemungkinan besar saya ngga bakal bisa pakai kereta, akhirnya saya memilih roda empat saja. Saya dan teman akhirnya berangkat sendiri-sendiri, meskipun awalnya kami mau saling menemani.
Setelah sekitar 1 jam perjalanan, akhirnya saya tiba di tempat pemberhentian. Dari terminal stasiun kemudian saya berjalan menuju pintu selatan. Ternyata malah saya yang sampe duluan dan kereta yang dipake teman belum tiba di stasiun tujuan.
Selang beberapa menit teman saya pun tiba. Ia bercerita tadi ada perempuan yang melihat ke arahnya seraya berkata, "Teteh sini!"
Namun teman perempuan itu langsung menepis, "Eh bukan! Salah orang."
Lucu juga mendengarnya, mungkin karena tampilan cadar teman saya dan orang yang perempuan itu maksud tidak jauh beda. Ternyata mereka memiliki tujuan yang sama dengan kami berdua, yakni menuju majelisnya ustadzah tercinta @halimahalaydrus. Masya Allah.
-----
"Terkadang, ia yang terhambat belum tentu adalah ia yang terlambat."
Salah seorang sahabat pernah menulis secarik pesan
Katanya, "Setiap kejadian pasti ada jawaban, maka teruslah berhusnuzon pada keadaan."
Itulah nasihat yang mengingatkan saya pada kejadian ini. Maha Baik Allah atas apa yang terjadi.

Komentar
Posting Komentar